Cara selanjutnya untuk menunjukkan rasa hormat kita kepada saudara kita adalah dengan tidak mengganggu mereka. Seperti kita tahu, setiap orang memiliki ketertarikan pada sesuatu yang berbeda. Misalnya kita memiliki ketertarikan pada olah raga. Akan tetapi, sudara kita tidak terlalu suka. Ia lebih tertarik pada dunia seni. Ia suka menggambar dan melukis.
Kita tidak boleh mengganggunya jika ia sedang berkonsentrasi melakukan aktivitasnya. Seperti juga kita, ia juga tidak ingin diganggu kenyamanannya. Untukk menghormatinya, kita berusaha agar apa yang kita lakukan tidak mengganggunya. Justru kalau bisa, kita harus selalu membantu dan mendukungnya agar apa yang ia lakukan dapat menghasilkan sesuatu yang positif. Perhatikan cerita berikut!
Adi adalah anak yang bandel. Seringkali ia dinasihati oleh ayah dan ibunya agar tidak mengganggu adiknya. Tapi nasihat yang diberikan sepertinya tidak pernah ia hiraukan. Ia terus mengganggu adiknya.
Suatu ketika, ia diberi PR oleh gurunya untuk membuat prakarya dari barang-barang bekas. Karena kebandelannya, tugasnya tidak segera ia buat. Ia selalu menunda-nunda pekerjaanya jika diingatkan oleh ibunya untuk segera membuat. Hingga akhirnya, waktu untuk membuat prakarya tersebut tinggal satu hari. Hari yang belum tahu akan membuat apa, kebingungan mencari ide dan bahan-bahan yang dipakai.
Setelah sekian lama berpikir, akhirnya ia mendapatkan ide untuk membuat kapal dari kardus bekas bungkus televisi. Dengan langkah cepat ia menuju gudang untuk mencari kardus bekas yang ia maksud. Setelah membongkar-bongkar gudang, akhirnya ia mendapatkan yang ia cari.
Segera ia menggunting kardus, kemudian ia bentuk menyerupai kapal. Sekian lama ia berkonsentrasi agar kapalnya cepat selesai. Setelah sekitar satu jam, akhirnya ia selesai juga. Dengan perasaan lega, ia meninggalkan kapalnya yang baru dibuat di halaman depan. Ia bermaksud menjemur kapalnya agar lemnya kering dan kuat.
Ia kembali ke dalam rumah dan mengganggu adiknya yang sedang bermain kelereng. Adiknya merasa kesal, tapi tak dapat melampiaskan kekesalannya. Ia hanya bisa menangis.
Setelah adiknya menangis, Adi merasa puas. Kemudian ia pergi ke rumah temannya yang rumahnya tidak jauh dari rumahnya. Sedangkan adik Adi masih terus menangis menahan kekesalannya.
Adiknya yang masih kesal melihat kapal kakaknya yang baru dijemur. Ia mendekati kapal tersebut dan mengambilnya, kemudian ia lempar ke selokan di depan rumah. Dalam waktu sekejap, kapal buatan Adi rusak.
Adi yang pulang dari rumah temannya terkejut melihat kapalnya berada di selokan dalam keadaan rusak. Ia tak tahu apa yang harus diperbuat. Akhirnya keesokan harinya, ia tidak bisa mengumpulkan tugas prakaryanya. Ia dihukum oleh gurunya karena itu.
Dari cerita di atas, adakah pelajaran yang dapat kamu ambil? Kisah di atas memberi pelajaran pada kita bahwa kita tidak boleh mengganggu saudara kita sendiri. Jika kita mengganggu saudara kita, yang rugi adalah kita sendiri, bukan orang lain.
Seperti kisah di atas, prakarya yang seharusnya selesai dikerjakan tidak dapat dikumpulkan karena Adi mengganggu adiknya. Seandainya ia tidak mengganggu adiknya, ia tidak dihukum oleh gurunya.
Sebenarnya banyak sekali kerugian-kerugian yang kita dapat jika kita mengganngu saudara kita. Kisah di atas hanya sebagian kecilnya. Tentunya kita tidak ingin mendapatkan kerugian, bukan? Untuk itu, jangan sekali-kali mengganggu saudara kita. Berbuat baiklah pada saudara sendiri. Karena selain untuk menghindari kerugian-kerugian, tidak mengganggu juga merupakan bentuk hormat kita kepada mereka.
Juli 22, 2008